Sumber: Pixabay
Risiko finansial merupakan salah satu hal yang erat dengan pemasukan dan pengeluaran keuangan. Hampir semua orang pasti pernah merasakan fase naik turunnya sebuah manajemen risiko keuangan terutama bagi para pebisnis, mungkin kamu salah satunya.
Lalu sebenarnya risiko finansial datang dari mana? Umumnya risiko finansial terjadi akibat dampak kerugian yang sedang dialami. Misalnya suku bunga menurun atau inflasi terhadap suatu hal. Saat itulah risiko finansial muncul.
Berdasarkan survey dari Annual Risk Konteks Indonesia 2023 lalu, sebanyak 62,37% mengalami risiko finansial dari segi sektor resiko finansial dengan jenis risiko bidang jasa keuangan. Tentunya ada banyak hal yang dapat terjadi dan berpotensi mengancam finansial kamu.
Pada artikel ini, kami akan membahas lebih dalam terkait risiko finansial. Mulai dari arti, jenis risiko finansial, hingga definisinya.
Key Takeaways::
- Risiko finansial adalah kondisi yang timbul akibat perubahan.
- Jenis risiko finansial terdiri dari investasi, hutang, hingga pemasukan dan pengeluaran.
- Tips agar memiliki manajemen finansial yang baik adalah memiliki sumber finansial lain dan memiliki rencana finansial.
perusahaan.
Kerugian yang disebabkan risiko finansial juga beragam. Salah satu contoh risiko finansial yakni ketiadaan aset, mengalami jumlah kerugian besar, arus kas atau cash flow yang terganggu hingga berantakan, dan sebagainya.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengukur risiko finansial di antaranya menggunakan Value at Risk (VaR), stress testing, credit rating, credit metrics, dan pengukuran jangka waktu.
Jenis Risiko Keuangan
Risiko Finansial Secara Umum
Secara umum, risiko finansial terbagi menjadi dua yakni risiko finansial sistematis dan risiko finansial non-sistematis. Dua hal tersebut dapat kamu pahami melalui penjelasan di bawah ini:
-
Risiko Sistematis
Risiko finansial yang tidak bisa diprediksi atau dihindari karena beberapa faktor. Misalnya karena adanya pandemi, iklim politik, dan hal lain yang dapat mengakibatkan terjadinya inflasi, hingga peningkatan suku bunga.
-
Risiko Non Sistematis
Risiko finansial yang dapat menimpa seseorang, organisasi, grup. Hal ini terjadi karena adanya kerugian, sakit, ataupun kematian.
Risiko Finansial Secara Perorangan
Risiko finansial yang satu ini dapat menimpa siapa saja, termasuk kamu. Terdapat 4 risiko yang termasuk di dalamnya yaitu risiko pendapatan, risiko pengeluaran, risiko aset atau investasi, dan risiko kredit.
-
Risiko Pendapatan
Risiko pendapatan adalah berbagai risiko yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memperoleh pendapatan. Contoh risiko dari segi pendapatan yaitu cacat fisik yang mengakibatkan sulit bekerja, terkena PHK atau kehilangan pekerjaan, dan kematian.
-
Risiko Pengeluaran
Risiko pengeluaran adalah risiko yang timbul karena menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan, akan tetapi pengeluaran yang ada lebih besar daripada pemasukan dan pendapatan.
Hal tersebut tentunya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan, terutama saat sedang mengalami kondisi darurat yang mengharuskan untuk mengeluarkan uang lebih dari jumlah yang seharusnya. Misalnya kecelakaan, kerusakan kendaraan, hingga renovasi rumah akibat suatu insiden.
-
Risiko Aset atau Investasi
Risiko aset atau investasi adalah risiko yang muncul karena instrumen investasi atau aset yang dimiliki mengalami beberapa kendala. Antara lain kehilangan aset investasi, pencurian atau kerusakan pada aset yang dimiliki, nilai aset mengalami depresiasi atau penyusutan nilai, dan tabungan kurang memadai untuk melanjutkan investasi
-
Risiko Kredit atau Hutang
Risiko kredit atau hutang mencakup beberapa poin antara lain ketidakmampuan untuk membayar hutang, denda finansial, terjebak dalam hutang dengan suku bunga yang tinggi, dan lain-lain.
Risiko Finansial Berdasarkan Dampaknya
Adapun jenis risiko finansial yang terakhir yaitu risiko finansial berdasarkan dampaknya. Terbagi ke dalam 3 hal:
-
Risiko Murni dan Risiko Spekulatif
Risiko murni adalah risiko yang memberikan dampak secara langsung. Risiko spekulatif adalah risiko yang muncul karena perolehan keuntungan yang sedikit, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian.
-
Risiko Khusus atau Risiko Fundamental
Risiko khusus adalah risiko yang dampaknya hanya bisa dirasakan oleh individu atau orang lain yang berkaitan dengan individu tersebut. Misalnya kebakaran rumah di suatu komplek.
-
Risiko Statis dan Risiko Dinamis
Risiko statis adalah risiko yang terjadi karena adanya kehilangan aset atau harta benda karena suatu insiden. Contoh nyata adalah kebakaran. Meskipun demikian, risiko ini tidak akan berdampak pada finansial seseorang.
Lain halnya dengan risiko dinamis, hal ini menimbulkan perubahan keadaan ekonomi nasional yang membawa dampak pada finansial seseorang. Misalnya inflasi, nilai mata uang, fluktuasi nilai saham.
investasi, kamu dapat menggunakannya dengan bijak.
-
Asuransi
Kehadiran asuransi dapat membantu siapa saja untuk menyelamatkan kondisi finansial. Misalnya, asuransi kesehatan dan asuransi jiwa yang dapat menjamin suatu keluarga bisa tetap hidup dengan baik saat ditinggal oleh tulang punggung keluarga.
-
Membuat Anggaran Dana atau Budgeting
Dengan adanya anggaran dana, kamu dapat meminimalisir untuk tidak mengeluarkan sejumlah uang di luar perencanaan finansial. Sehingga kamu lebih mudah mengatur pengeluaran yang tidak perlu.
-
Menyiapkan Dana Darurat
Pengeluaran tak terduga bisa datang dari mana saja. Maka dari itu agar arus kas keuangan tetap aman, pastikan untuk menyiapkan dana darurat.
Manage Tujuan Risiko Finansial Kamu Bersama BTN
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, risiko finansial memiliki banyak cakupan. Mulai dari pengertian risiko hingga indikator. Dari artikel ini, apakah kamu sudah mendapatkan penjelasan lengkap terkait potensi risiko finansial?
Untuk terhindar dari pengalaman risiko finansial yang buruk, kamu harus melakukan beberapa perencanaan keuangan. BTN hadir untuk membantu kamu dalam mewujudkan perencanaan finansial.
BTN telah berkomitmen secara aktif, untuk mendukung kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui kinerja positif dan target yang optimal. Selain itu, BTN juga memiliki tata kelola yang pastinya bermanfaat untuk kamu. Segera kunjungi link ini untuk informasi lebih lengkap.