Bagi kamu yang telah berkecimpung di dunia investasi pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah risk profile atau profil risiko. Jika kamu baru ingin memulai investasi, banyak yang menyarankan untuk mengetahui profil risiko lebih dulu sebelum memilih portofolio yang sekiranya cocok dan akan menguntungkan bagi kamu.
Dengan mengetahui profil risiko, kamu bisa menentukan jenis investasi seperti apa yang cocok untuk kamu sehingga nantinya bisa memberikan keuntungan yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi dan tetap memberikan kamu ketenangan secara emosional. Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan istilah risk profile ini? Simak tuntas artikel berikut ini untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai profil risiko.
Key Takeaways:- Risk profile atau profil risiko adalah penilaian mengenai kesediaan dan kemampuan dari seseorang untuk mengambil sebuah risiko.
- Dalam dunia investasi, penting untuk mengetahui profil risiko seseorang agar nantinya dapat menentukan produk investasi apa yang tepat untuk portofolionya.
- Ada 4 jenis profil risiko dalam berinvestasi, yaitu profil risiko sangat konservatif, konservatif, moderat, dan agresif.
- Ada dua komponen utama yang mempengaruhi perhitungan profil risiko, yaitu risk aversion dan risk capacity.
Pengertian Risk Profile
Dilansir dari Kotaku, profil risiko adalah evaluasi mengenai kesediaan dan kemampuan dari seseorang untuk mengambil sebuah risiko. Dalam dunia investasi, profil risiko ini digunakan dalam pengambilan keputusan untuk menentukan alokasi aset investasi yang tepat untuk portofolio kamu. Selain itu, profil risiko juga dimanfaatkan oleh suatu organisasi atau perusahaan ketika ingin mengambil sebuah keputusan untuk mengurangi potensi terjadinya kerugian.
Lalu, bagaimana cara menentukan profil risiko itu sendiri? Kemampuan seseorang dalam mengambil risiko dapat dinilai dengan meninjau aset dan kewajiban individu tersebut. Sebagai contoh, seseorang dengan aset tinggi dan kewajiban rendah maka akan mempunyai kemampuan yang lebih tinggi untuk mengambil risiko, begitu pula sebaliknya.
Seseorang yang telah memiliki tabungan untuk berbagai aspek seperti asuransi, dana pensiun, dan sebagainya biasanya memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk mengambil risiko jika dibandingkan dengan individu yang seluruh pemasukannya telah habis untuk kebutuhan sehari-hari. Pada beberapa kesempatan, kemauan dan kemampuan dalam mengambil risiko tidaklah cocok satu sama lain.
Manfaat Dari Profil Risiko
Jika kamu telah mengetahui profil risiko kamu sendiri, tentu ada beberapa manfaat yang akan dirasakan sebagai investor. Mengacu dari Kumparan, berikut adalah manfaat dari mengetahui profil risiko.
- Mampu memilih jenis investasi yang sesuai untuk portofolio kamu
- Mampu mempertimbangkan target yang ingin dicapai ketika memilih investasi
- Mengelola portofolio investasi dengan baik
- Mampu menyusun rencana strategi pengendalian risiko
- Investor mampu menyadari risiko dari tiap investasi yang dilakukan
Jenis-Jenis Profil Risiko
Menurut Kumparan, ada beberapa jenis tingkatan profil risiko yang perlu diketahui oleh para investor. Tingkatan profil risiko ini menunjukkan sejauh apa investor mampu mentoleransi risiko yang akan dihadapii. Dikutip dari buku Bisa Investasi dengan Gaji < 5 Juta karya Rina Dewi Lina, MM (2016), berikut adalah jenis-jenis profil risiko:
- Sangat Konservatif
Pada jenis yang pertama, seorang investor lebih memprioritaskan arus pendapatan dan likuiditas karena termasuk dalam jenis profil risiko yang sangat konservatif. Investor yang memiliki kebijakan investasi konservatif biasanya cenderung memilih produk investasi yang berisiko rendah. Umumnya, rencana jangka waktu investasinya pun kurang dari satu tahun. Jenis produk investasi yang sesuai dengan tipe investor sangat konservatif adalah tabungan, deposito, atau reksadana pasar uang.
2. Konservatif
Jenis yang kedua adalah konservatif. Pada jenis ini, umumnya investor akan lebih berani dibanding dengan jenis sebelumnya yang sangat konservatif. Walaupun tetap saja ada perasaan takut kehilangan modal awal. Produk investasi yang sesuai untuk investor jenis konservatif adalah produk kas, pasar uang, dan pendapatan tetap. Umumnya, jenis investor ini memiliki rencana jangka waktu berinvestasi selama kurang lebih 1-3 tahun.
3. Moderat
Jenis selanjutnya adalah moderat, dimana investor sudah lumayan berani dalam mengambil risiko yang lebih tinggi. Namun, tipe investor ini tetap akan berhati-hati dalam mengelola jumlah instrumen investasi yang mereka miliki. Sehingga dapat dibilang bahwa jenis investor ini berada di tengah-tengah antara jenis lainnya. Produk investasi yang cocok adalah produk investasi yang memiliki gabungan beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan deposito seperti reksadana campuran. Jangka waktu investasi yang dilakukan biasanya berkisar 3-4 tahun.
4. Agresif
Jenis selanjutnya adalah investor dengan tipe agresif. Jenis yang satu ini cocok untuk investor yang berani mengambil risiko tinggi akan setiap kemungkinan yang mungkin terjadi. Tipe investor seperti ini selalu mencari potensi pertumbuhan yang lebih tinggi atas modal investasi. Prinsip yang dipegang oleh investor agresif adalah no pain no gain, yang artinya ia berani mengambil risiko tinggi untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi pula. Produk investasi yang cocok adalah komposisi saham untuk investasi jangka panjang.
Bagaimana Cara Menghitung Risk Profile?
Secara umum, ada dua komponen penting dalam menghitung risk profile, yaitu risk aversion dan risk capacity. Dilansir dari Pintu, berikut adalah penjelasan lebih lanjutnya.
- Risk Aversion
Risk aversion adalah bagaimana respon yang diberikan investor secara psikologis dan emosional. Ada beberapa investor yang tidak terlalu terpengaruh bila mengalami kerugian dan langsung fokus pada tahap selanjutnya, namun ada pula investor yang mudah terpengaruh secara psikologis ketika mengalami suatu kerugian. Menurut Klement dan Miranda (2021), ada 3 faktor yang mempengaruhi risk aversion seseorang, yaitu genetik, lingkungan sekitar, dan pengalaman dari masa lalu.
2. Risk Capacity
Yang dimaksud dengan risk capacity adalah ukuran mengenai seberapa besar seorang individu dapat bertahan terhadap pukulan finansial tanpa kehilangan kualitas hidupnya. Ada 3 faktor yang dapat mempengaruhi risk capacity seseorang, yaitu waktu, sumber daya dan kebutuhan, serta penghasilan.
Jadi, dalam menghitung nilai risk profile, ada banyak aspek yang dapat mempengaruhi. Semua bergantung sikap dan pengalaman individu masing-masing apakah memutuskan untuk berani mengambil risiko tinggi atau tetap bermain aman agar tidak kehilangan modal awal.
Pilih Produk Investasi yang Sesuai dengan Profil Risiko Kamu dengan BTN Prioritas
Setelah memahami mengenai apa itu profil risiko hingga jenis-jenisnya, maka langkah selanjutnya adalah memilih produk investasi apa yang sesuai dengan profil risiko kamu. BTN Prioritas memiliki dua jenis produk investasi, yaitu reksa dana dan obligasi. Sebagai contoh, jika kamu termasuk ke dalam profil risiko yang konservatif, kamu bisa memilih produk Reksa Dana Fixed Income Fund yang mempunyai komposisi investasi minimum 80% pada obligasi dan maksimum 20% pada saham.Kunjungi website kami untuk mendapatkan informasi selanjutnya.