Untuk mengelola aset yang mereka miliki, perusahaan memerlukan sebuah sistem pengelolaan aset. Sistem pengelolaan aset ini harus dapat mengelola semua aset yang dimiliki sebuah perusahaan, baik yang berwujud, seperti tanah, bangunan, mesin, peralatan, dan lainnya, ataupun yang tidak berwujud, misalnya saham, hak cipta, merek dagang, dan lain-lain.
Dalam dunia investasi, kita mengenal istilah asset management atau manajemen aset. Asset management merupakan salah satu pengelolaan dan siklus yang terjadi pada setiap perusahaan. Dalam melakukan manajemen aset, Anda dapat dibantu oleh seorang asset manager atau dikenal juga dengan sebutan manajer investasi.
Pada artikel kali ini, kami akan membahas mengenai tugas seorang asset manager dan jenis-jenis asset manager yang ada. Simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut!
Key Takeaways:- Manajemen aset merujuk pada praktik meningkatkan total kekayaan dari waktu ke waktu dengan mengakuisisi, memelihara, dan melakukan perdagangan investasi yang memiliki potensi untuk tumbuh nilainya.
- Manajemen aset bertujuan untuk mengoptimalkan nilai aset, mengelola risiko, dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
- Asset manager berperan dalam menentukan investasi yang akan dilakukan atau dihindari, dan mencapai tujuan keuangan klien dalam batas toleransi risiko klien.
- Jenis likuiditas yang umum adalah likuiditas pasar, aset, dan akuntansi.
Pengertian Manajemen Aset
Manajemen aset merupakan proses pengelolaan aset, baik finansial maupun fisik. Manajemen aset merujuk pada praktik meningkatkan total kekayaan dari waktu ke waktu dengan mengakuisisi, memelihara, dan melakukan perdagangan investasi yang memiliki potensi untuk tumbuh nilainya.
Manajemen aset memiliki tujuan ganda, yaitu meningkatkan nilai sambil mengurangi risiko. Manajemen aset bertujuan untuk mengoptimalkan nilai aset, mengelola risiko, dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Melalui manajemen aset, perusahaan dapat membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk memaksimalkan nilai aset sambil mempertimbangkan risiko yang terkait.
Apa Itu Asset Manager?
Asset manager atau pengelola aset merujuk pada dana investasi, perusahaan asuransi, atau perusahaan manajemen kekayaan, yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan investasi berdasarkan tujuan investor dan kondisi pasar.
Mereka berperan dalam menentukan investasi yang akan dilakukan atau dihindari, dan mencapai tujuan keuangan klien dalam batas toleransi risiko klien. Manajer aset juga bertanggung jawab dalam membuat portofolio klien, mengawasinya setiap hari, melakukan perubahan jika diperlukan, dan berkomunikasi secara teratur dengan klien mengenai perubahan tersebut.
Berbagai jenis aset keuangan yang dikelola oleh asset manager mencakup:
- Stocks
- Obligasi
- Komoditas
- Reksa Dana
- Dana Indeks
- Ekuitas swasta
- Hedge Funds
- Futures yang dikelola
- Poperti real estate
Manajer aset biasanya menawarkan layanan mereka kepada sekelompok klien tertentu Beberapa manajer aset bekerja secara independen, namun ada juga yang bekerja untuk lembaga keuangan, seperti bank atau perusahaan manajemen aset.
6 Jenis Asset Manager
Ada beberapa jenis asset manager yang penting untuk Anda pahami, yaitu:
-
Registered Investment Advisor (RIA)
Seorang Registered Investment Advisor (RIA) atau Penasihat Investasi Terdaftar wajib mendaftar ke SEC atau otoritas negara bagian jika mereka mengelola lebih dari 100 juta dolar dalam aset. Biaya RIA umumnya dikenakan dalam bentuk persentase dari aset yang dikelola.
-
Investment Brokers
Investment broker bertindak sebagai perantara dalam transaksi investasi. Komisi mereka dapat berasal dari biaya transaksi, biaya pemeliharaan, atau penjualan produk milik sendiri. Mereka tidak memiliki kewajiban fidusia.
-
Financial Advisors
Penasihat keuangan dapat membeli dan menjual sekuritas atas nama klien serta memberikan rekomendasi terkait asuransi dan pajak. Seorang penasihat keuangan mungkin memiliki kewajiban fidusia terhadap kliennya.
-
Financial Planners
Financial planner memberikan pandangan menyeluruh (holistik) mengenai kondisi keuangan klien, termasuk tabungan, pengelolaan uang, dan investasi. Sebagian dari mereka memiliki kewajiban fidusia. Biaya dapat dikenakan berdasarkan jam, biaya tetap, atau persentase dari total aset.
-
Robo-advisors
Robo-advisor menawarkan pengelolaan investasi dengan biaya lebih rendah dibandingkan manajer investasi tradisional. Layanan ini menggunakan algoritma untuk mengelola dana berdasarkan tujuan keuangan dan profil risiko investor, dengan sedikit atau tanpa campur tangan manusia.
-
Asset Management Company (AMC)
Perusahaan manajemen aset (AMC) membuat dan mengelola produk investasi seperti reksa dana dan ETF, baik yang bersifat publik maupun privat. AMC umumnya juga mengelola akun pialang serta layanan keuangan bagi individu dan institusi dengan aset besar.
Keamanan Aset Terjamin Bersama BTN Prioritas
Sebagai pemilik aset, Anda tentu tidak ingin hal buruk terjadi pada aset Anda. Untuk itu, Anda perlu memiliki rencana yang matang untuk mengelola semua aset Anda, agar aset terlindungi dari berbagai macam risiko yang mungkin terjadi. Anda tidak perlu khawatir, karena aset Anda akan aman bersama BTN Prioritas.
Sebagai salah satu layanan perbankan yang ditawarkan oleh Bank Tabungan Negara (BTN), BTN Prioritas memiliki berbagai program dana dan proteksi untuk membantu nasabah melindungi dan mengelola aset atau keuangan mereka.
Bancassurance adalah salah satu layanan yang disediakan oleh BTN Prioritas. Layanan ini adalah layanan proteksi yang memberikan jaminan keamanan terhadap aset-aset Anda. Dengan Bancassurance, Anda dapat mengelola aset Anda secara efektif sehingga terhindar dari kerugian finansial dan dapat menjaga kesehatan serta keberlanjutan bisnis.
Selain itu, BTN Prioritas juga menyediakan layanan produk investasi antara lain Reksa Dana, Obligasi, dan Deposito. Dengan produk-produk investasi ini, Anda dapat memberikan nilai tambah untuk aset modal Anda agar aset modal dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap tujuan bisnis Anda.
Jadi, tunggu apa lagi? Segera kelola dan lindungi aset Anda bersama BTN Prioritas.