Jakarta, 28 November 2025— PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menutup sementara operasional sejumlah jaringan kantor di wilayah Sumatera Utara menyusul bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 22–27 November 2025. Penutupan sementara ini dilakukan sebagai bagian dari langkah kehati-hatian untuk melindungi pegawai dan nasabah di tengah kondisi cuaca ekstrem yang telah membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menetapkan status Tanggap Darurat Bencana di wilayah tersebut.
Sejalan dengan imbauan BMKG Balai Besar Wilayah I, serta koordinasi dengan Pemerintah Kota Sibolga, aparat setempat, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BTN mengambil langkah penutupan sementara untuk memastikan keamanan seluruh pihak yang berada di sekitar area terdampak. Di saat yang sama, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Alam hingga 8 Desember 2025 untuk wilayah-wilayah terdampak banjir dan longsor.
Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di kedua provinsi tersebut.
“BTN sangat prihatin atas musibah banjir dan longsor yang melanda masyarakat di Sibolga, Medan, dan beberapa wilayah lain di Sumatera. Keamanan pegawai dan nasabah menjadi prioritas utama kami, sehingga BTN mengambil langkah penutupan sementara guna menghindari potensi risiko yang lebih besar,” ujar Ramon.
Salah satu jaringan kantor yang terdampak paling parah adalah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Sibolga yang berlokasi di Jl. M. Sutoyo No. 49. Akses menuju kantor terputus total akibat banjir dan longsor. Sekitar 50 meter sebelum gedung, jalur utama tidak dapat dilalui. Dua akses penting menuju KCP Sibolga—melalui Tantung dan melalui Bandara Ferdinan Lumban Tobing—tertutup akibat longsor dan banjir. Pemerintah Kota Sibolga juga telah mengimbau penghentian aktivitas gedung dan evakuasi pegawai ke titik aman.
Di Kota Medan, bencana banjir pada 26–27 November 2025 juga menyebabkan gangguan signifikan pada infrastruktur kota, termasuk pemadaman listrik dan gangguan jaringan komunikasi. Mengacu pada ketentuan OJK mengenai pelaporan kondisi kahar (force majeure), BTN menutup sementara beberapa jaringan kantor di bawah KC Medan, yaitu:
• KCP Helvetia
• KCP Simalingkar
• KCP M. Yamin
• KCP Setiabudi
• KCP Simpang Limun
Selain itu, BTN juga menutup sementara dua kantor cabang pembantu syariah di Provinsi Aceh, yaitu KCPS Langsa dan KCPS Takengon, karena akses menuju kedua kantor tersebut terputus akibat banjir serta seluruh jalur alternatif tidak dapat dilalui. Operasional sementara dialihkan melalui KCS Lhokseumawe sebagai kantor alternatif.
Penutupan dilakukan karena kondisi fisik kantor tidak memungkinkan untuk beroperasi dan pegawai tidak dapat mengakses lokasi secara aman.
BTN memastikan layanan kepada masyarakat tetap tersedia melalui KC Medan sebagai kantor alternatif, serta melalui layanan digital dan e-channel BTN, meliputi:
• ATM BTN dan jaringan ATM Bersama/Link,
• layanan non-tunai dan digital lainnya.
“Koordinasi terus kami lakukan dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan aparat setempat agar layanan BTN tetap berjalan melalui kantor alternatif dan kanal digital. Kami berharap situasi segera pulih agar kantor-kantor tersebut dapat kembali beroperasi normal,” lanjut Ramon.
BTN juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat, serta akan menambah bantuan apabila diperlukan sesuai perkembangan kondisi tanggap darurat di lapangan.
BTN akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak dan menyampaikan pembaruan resmi kepada nasabah serta masyarakat melalui saluran komunikasi BTN.
Ttd.
Corporate Secretary Division
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk