Selain memahami jenis-jenis investasi, para investor juga perlu memahami apa itu yield obligasi. Pasalnya, yield adalah salah satu konsep penting dalam dunia investasi obligasi, namun masih sering terabaikan atau belum sepenuhnya dipahami oleh para investor.
Secara sederhana, yield obligasi adalah pengembalian atau pendapatan yang diperoleh dari berinvestasi dalam obligasi. Dalam praktiknya, yield obligasi adalah alat penting bagi investor, manajer portofolio, dan pengusaha untuk membuat keputusan investasi yang tepat, merencanakan keuangan yang efektif, dan memahami risiko yang terkait dengan obligasi dan pasar keuangan secara keseluruhan. Itu adalah indikator penting yang dapat membantu individu dan organisasi dalam mencapai tujuan keuangan mereka.
Key Takeaways:
- Yield obligasi mengacu pada tingkat pengembalian yang diharapkan dari investasi obligasi, dinyatakan dalam bentuk persentase tahunan.
- Ada banyak metode untuk menghitung imbal hasil obligasi, dan masing-masing metode ini dapat menjelaskan aspek yang berbeda dari potensi risiko dan imbal hasilnya.
- Dalam investasi obligasi, harga dan yield berbanding terbalik yakni ketika harga obligasi naik, imbal hasilnya akan turun.
Jenis-Jenis Yield Obligasi
Salah satu hal penting yang harus diteliti saat melakukan penilaian kelayakan investasi terhadap obligasi adalah mengevaluasi yield obligasi atau tingkat pengembalian suku bunga. Evaluasi imbal hasil obligasi ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yang berbeda dan menghasilkan kesimpulan yang berbeda pula. Selain itu, jenis perhitungan imbal hasil tertentu juga bergantung pada jenis obligasi atau sekuritas pendapatan tetap yang dianalisis.
Beberapa jenis yield obligasi yang berbeda ini antara lain adalah apa yang disebut yield berjalan, yield nominal, yield to maturity (YTM), yield to call (YTC) dan yield to worst (YTW). Kami akan membahas masing-masing jenis imbal hasil tersebut di bawah ini.
Yield Berjalan
Ini adalah jenis pengukuran yield atau imbal hasil obligasi setiap tahun yang direpresentasikan sebagai persentase dari nilai atau harga pasar obligasi saat ini. Yield berjalan adalah pengukuran yang cukup sederhana yang memberi tahu investor apa yang dapat mereka harapkan untuk pengembalian di pasar saat ini.
Ketika digunakan untuk menggambarkan portofolio, imbal hasil berjalan mengacu pada imbal hasil kumulatif atau imbal hasil dari semua investasi yang saat ini dimiliki dalam portofolio tersebut. Jenis yield ini sedikit mirip dengan imbal hasil dividen, tetapi alih-alih menggambarkan aset individu, ini menggambarkan seluruh kelompok yang diwakili dalam portofolio secara keseluruhan.
Nominal Yield
Nominal yield adalah imbal hasil obligasi yang ditentukan oleh persentase dari nilai nominal yang dibayarkan kupon tahunan obligasi. Ini berarti imbal hasil nominal secara efektif adalah tingkat kupon obligasi. Tingkat ini bisa berubah atau tidak berubah tergantung pada jenis obligasi:
Obligasi Suku Bunga Tetap: Tingkat kupon atau imbal hasil nominal akan tetap dan tidak akan berubah selama masa berlaku obligasi.
Obligasi Suku Bunga Mengambang: Pembayaran kupon akan berubah sesuai suku bunga acuan. Namun, nominal yield tetap dihitung berdasarkan kupon awal terhadap nilai nominal.
Obligasi Terindeks: Pembayaran kupon/imbal hasil nominal akan berubah sebagai respons terhadap pergerakan indeks acuannya.
Yield to Maturity (YTM)
YTM menggambarkan yield atau pengembalian rata-rata yang dapat diharapkan investor dari suatu obligasi setiap tahun jika mereka membelinya pada nilai pasar dan menahannya hingga jatuh tempo. Nilai ini ditentukan oleh tingkat kupon obligasi, harga pasar, dan periode hingga tanggal call, bukan hingga jatuh tempo.
Estimasi YTM biasanya mengasumsikan bahwa semua pembayaran kupon diinvestasikan kembali dengan tingkat pengembalian yang sama hingga jatuh tempo.. Angka ini digunakan untuk membandingkan berbagai obligasi yang berbeda yang ingin dipilih oleh investor, dan merupakan salah satu angka kunci yang membandingkan antar obligasi. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa angka ini mencakup lebih banyak variabel daripada angka-angka pembanding lainnya.
Yield to Call (YTC)
Yield to call secara sederhana mengacu pada yield obligasi pada saat tanggal panggilan. Nilai ini tidak berlaku jika obligasi disimpan hingga jatuh tempo, tetapi hanya menggambarkan nilai pada saat tanggal panggilan, yang jika ada, dapat ditemukan dalam prospektus obligasi. Nilai ini ditentukan oleh tingkat kupon obligasi, harga pasar, dan lamanya tanggal jatuh tempo.
Yield to Worst (YTW)
Seperti namanya, yield to worst menggambarkan imbal hasil terburuk yang mungkin terjadi pada suatu obligasi tanpa penerbit obligasi tersebut mengalami gagal bayar. Investor menentukan hal ini dengan membayangkan skenario terburuk untuk imbal hasil.
Skenario ini mencakup semua ketentuan yang ada di dalam obligasi seperti yield to call, pembayaran di muka, atau sinking fund apa pun yang akan berdampak negatif pada yield obligasi. Dengan mengetahui yield terburuk yang mungkin terjadi, investor dapat memahami potensi imbal hasil minimum dari obligasi tersebut.
Imbal Hasil Obligasi vs Harga Obligasi
Harga dan imbal hasil berbanding terbalik. Artinya, ketika harga obligasi naik, imbal hasilnya turun. Sebaliknya, ketika imbal hasil naik, harga obligasi turun.
Jika seorang investor membeli obligasi dengan nilai nominal 15 juta rupiah dan jatuh tempo dalam lima tahun dengan tingkat kupon 10% per tahun, maka obligasi tersebut akan membayar bunga sebesar 10% atau 1,5 juta rupiah per tahun. Jika suku bunga naik di atas 10%, harga obligasi akan turun jika investor memutuskan untuk menjualnya.
Jika suku bunga untuk investasi serupa naik menjadi 12%, obligasi asli masih akan mendapatkan pembayaran kupon sebesar 1,5 juta rupiah, sehingga tidak menguntungkan bagi investor yang akan membeli obligasi seharga 15,3 juta rupiah karena suku bunga naik. Untuk itu, dalam menjual obligasi asli seharga 15 juta rupiah, harga surat utang tersebut dapat diturunkan terlebih dahulu sehingga pendapatan dari kupon dan nilai jatuh tempo sama dengan imbal hasil 12%.
Jika suku bunga turun, harga obligasi akan naik karena pembayaran kuponnya lebih menarik. Semakin jauh suku bunga turun, semakin tinggi harga obligasi akan naik. Dalam kedua skenario tersebut, tingkat kupon tidak lagi memiliki arti bagi investor baru. Namun, jika pembayaran kupon tahunan dibagi dengan harga obligasi, investor dapat menghitung imbal hasil saat ini dan mendapatkan perkiraan imbal hasil obligasi yang sebenarnya.
Percayakan Investasi Anda bersama BTN Prioritas
Yield obligasi adalah faktor penting bagi investor karena itu memengaruhi pengembalian investasi mereka. Pemahaman yang baik tentang yield membantu investor membuat keputusan yang lebih baik tentang alokasi dana mereka di berbagai instrumen keuangan, termasuk obligasi. Selain itu, yield juga dapat digunakan untuk membandingkan obligasi dengan tingkat risiko yang berbeda.
Selain itu, dari sisi obligasi sendiri memang memiliki stigma positif sebagai salah satu sarana investasi paling aman di pasar. Dan berbagai yield obligasi dapat memberitahu Anda banyak hal tentang seberapa besar risiko investasi tersebut dan imbal hasil yang mungkin Anda dapatkan.
Jika Anda tidak yakin obligasi atau investasi mana yang terbaik untuk Anda, mungkin ini saatnya untuk mengenal lebih produk-produk investasi yang ada di BTN Prioritas. Khusus untuk produk obligasi, BTN Prioritas menawarkan dua pilihan utama yaitu obligasi pasar sekunder dan obligasi pasar perdana.
Jika Anda tertarik untuk tahu lebih lanjut terkait penjelasan masing-masing produk investasi yang tersedia, bisa langsung mengunjungi website kami atau menghubungi melalui email btncontactcenter@btn.co.id
Tags: Yield Obligasi, Jenis-Jenis Yield Obligasi