PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menegaskan taringnya di kancah global dengan menyapu bersih lima penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi Asian Banking & Finance Awards 2026 di Singapura, Senin (6/7/2026). Capaian internasional ini menjadi bukti nyata keberhasilan akselerasi transformasi BTN dari sekadar bank spesialis perumahan menjadi penyedia solusi keuangan holistik di bawah orkestrasi Danantara Indonesia.
Dalam ajang tingkat regional tersebut, BTN memboyong lima kategori penghargaan utama, yakni Indonesia Domestic Digital Transformation Bank of the Year, Indonesia Domestic Ecosystem Platform Initiative of the Year, Indonesia Domestic Digital MSME Initiative of the Year, Indonesia Domestic Technology & Operations Bank of the Year, serta Ecosystem Initiative of the Year – Indonesia.
Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menjelaskan bahwa penganugerahan ini merupakan bentuk validasi global atas transformasi komprehensif yang tengah dijalankan perseroan. Menurutnya, BTN tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis secara kuantitatif, tetapi juga memastikan setiap langkah ekspansi dibentengi oleh tata kelola yang kuat, manajemen risiko yang adaptif, digitalisasi proses, serta prinsip keberlanjutan.
Keseriusan BTN dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) turut membuah hasil dengan raihan MSCI ESG Rating AA, menjadikan BTN sebagai bank pertama di Indonesia yang meraih predikat tersebut. Setiyo menekankan bahwa keberlanjutan kini telah menyatu ke dalam strategi bisnis dan kerangka prudent banking perseroan guna menjaga kualitas aset secara jangka panjang di seluruh segmen, mulai dari konsumer, UMKM, komersial, hingga korporasi.
Sejalan dengan penguatan aspek risiko, lini bisnis korporasi dan komersial BTN juga mengalami akselerasi signifikan. Direktur Corporate Banking BTN, Helmy Afrisa Nugroho, menyampaikan bahwa perseroan terus memperluas peran sebagai mitra keuangan utama dalam rantai nilai ekosistem perumahan nasional. Dengan memanfaatkan basis nasabah yang kuat di sektor properti, BTN mengoptimalkan layanan cash management, transaction banking, hingga supply chain financing untuk menangkap efek pengganda (multiplier effect) ekosistem perumahan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Keberhasilan strategi Beyond Mortgage ini tecermin langsung pada melonjaknya kinerja keuangan perseroan. Per Mei 2026, BTN mencatatkan lonjakan laba bersih konsolidasi sebesar 54,37 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp1,85 triliun, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan laba industri perbankan nasional yang berada di angka 4,96 persen.
Torehan positif tersebut disokong oleh penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi yang tumbuh 9,97 persen menjadi Rp403,06 triliun, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang melesat 9,09 persen mencapai Rp433,95 triliun. Laju pertumbuhan kredit maupun DPK BTN tersebut secara konsisten berhasil melampaui rata-rata industri perbankan nasional yang masing-masing tercatat sebesar 8,62 persen dan 4,29 persen.
Dengan rekam jejak transformasi yang terukur serta dukungan penuh Danantara Indonesia, BTN optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi nasabah, pemangku kepentingan, dan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.