PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus mengakselerasi penetrasi literasi keuangan di sektor pendidikan melalui program BTN Goes To Campus 2026. Lewat BTN Cabang Palangka Raya, BTN resmi menjalin kemitraan strategis dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah pada hari Jumat tanggal 24 Juli 2026.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirancang untuk memperkuat fondasi keuangan mahasiswa sekaligus mendorong digitalisasi ekosistem di lingkungan kampus. Agenda bergengsi ini dipimpin langsung oleh Branch Manager BTN Cabang Palangka Raya Alexius Afrido Sitinjak, serta dihadiri oleh Ketua STIE Muara Teweh Dr. Hj. Sofia dan Ketua Komisi III DPRD Barito Utara Dr. H. Tajeri.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BTN untuk hadir sebagai mitra strategis di dunia pendidikan. BTN tidak hanya memposisikan diri sebagai penyedia jasa perbankan konvensional, melainkan fokus membangun kemitraan jangka panjang yang memberikan nilai tambah nyata bagi civitas akademika.
Sebagai bentuk aksi nyata edukasi, BTN memboyong tim profesionalnya untuk memberikan sosialisasi komprehensif mengenai lanskap keuangan nasional. Praktisi perbankan BTN juga memaparkan secara mendalam peran penting lembaga regulator seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Selain itu, BTN secara aktif membekali mahasiswa dengan pemahaman tata kelola keuangan yang bijak, pentingnya budaya menabung yang aman, serta kewaspadaan terhadap skema investasi bodong bernilai imbal hasil tidak wajar.
Guna memastikan materi tersampaikan secara efektif, BTN mengemas kegiatan literasi ini melalui pendekatan interaktif, termasuk simulasi pengelolaan keuangan berbasis kelompok serta kuis berhadiah alat elektronik dan voucher belanja.
Prakarsa aktif BTN ini mendapat apresiasi tinggi dari civitas akademika STIE Muara Teweh yang menilai kehadiran BTN sangat krusial dalam memberikan perlindungan preventif bagi mahasiswa dari risiko kejahatan finansial, sekaligus mempercepat integrasi layanan perbankan modern di kawasan perguruan tinggi.