PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi diluncurkan pada Kamis, 2 Oktober 2025, setelah memperoleh izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peluncuran ini menandai hasil nyata dari proses spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), sekaligus menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem industri keuangan syariah di Indonesia.
Kehadiran BSN merupakan bagian dari strategi transformasi BTN Syariah untuk menjadi bank umum syariah mandiri, yang lebih adaptif, inklusif, dan kompetitif. Langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) serta POJK Nomor 12 Tahun 2023 mengenai pelaksanaan pemisahan unit usaha syariah.
Dalam kesempatan peluncuran tersebut, manajemen BTN menjelaskan bahwa nama “Bank Syariah Nasional” mencerminkan visi besar untuk menjadikan BSN sebagai lembaga keuangan syariah berskala nasional yang hadir untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Kata “Nasional” menggambarkan jangkauan luas dan semangat inklusif, sedangkan “Syariah” menegaskan komitmen bank dalam menjalankan kegiatan usaha berdasarkan nilai-nilai Islam yang menekankan keadilan, keberkahan, dan keberlanjutan.
BSN juga memperkenalkan identitas visual dan logo baru, dengan desain modern namun penuh makna filosofis. Huruf kecil “bsn” menunjukkan karakter lembaga yang rendah hati, ramah, dan mudah dijangkau, sementara simbol bintang bersudut lima melambangkan lima nilai utama: Keadilan, Keberkahan, Keberagaman, Keberlanjutan, dan Kebaruan. Nilai-nilai ini menjadi dasar bagi BSN dalam membangun sistem perbankan yang berintegritas, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan umat.
Peluncuran BSN tidak hanya merupakan pemenuhan regulasi, tetapi juga momentum strategis bagi BTN dalam memperkuat perannya sebagai penggerak utama industri keuangan syariah. Dengan berdirinya BSN, BTN menegaskan komitmennya untuk memperluas akses keuangan syariah, mendukung program pembangunan perumahan nasional, serta memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.