Melalui kompetisi tahunan BTN Housingpreneur 2025, arsitek, pengembang, pelaku usaha, dan mahasiswa kini memperoleh akses langsung ke ekosistem perumahan nasional milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Ajang ini menjadi sarana bertukar ide sekaligus pintu masuk ke jaringan bisnis yang menghubungkan pengembang, penyedia material, pelaku teknologi, serta calon pembeli rumah. Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menyampaikan bahwa industri perumahan masih menghadapi tantangan besar dalam mempertemukan pihak-pihak yang kerap belum terhubung, seperti developer dengan produk unggul yang belum menemukan pembeli, maupun masyarakat yang masih kebingungan dalam mencari rumah yang tepat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Roadshow BTN Housingpreneur di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Kamis (6/11/2025).
BTN menghadirkan kompetisi ini sebagai wadah kolaboratif agar gagasan inovatif di sektor perumahan berkembang menjadi usaha berkelanjutan. Para pemenang akan memperoleh akses ke ekosistem BTN, termasuk pendampingan untuk memastikan ide yang diajukan tidak hanya kreatif tetapi juga layak dibiayai perbankan dan memiliki nilai ekonomi. Selain itu, peserta terpilih berkesempatan berdiskusi dengan pengembang besar, bertemu calon pembeli potensial, dan mengikuti program inkubasi selama tiga bulan guna mengembangkan konsep menjadi bisnis yang efisien, menguntungkan, dan bankable.
Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan ITB, Agus Jatnika Effendi, menegaskan bahwa kolaborasi lintas disiplin sangat penting dalam menyelesaikan persoalan perumahan nasional. Ia menilai kompetisi ini relevan bagi mahasiswa dari berbagai bidang ilmu karena penyelesaian isu perumahan tidak dapat bertumpu pada teknik sipil saja. Tahun ini BTN Housingpreneur menargetkan 1.500 peserta dengan ide terkait teknologi perumahan, efisiensi energi dan air, pengelolaan limbah, serta platform digital seperti marketplace material dan jasa konstruksi. Total hadiah mencapai Rp1,5 miliar. Bandung dipilih sebagai lokasi roadshow karena Jawa Barat menyumbang sekitar 40 persen kebutuhan rumah nasional dan menjadi pusat pertumbuhan sektor perumahan. Setelah Bandung, rangkaian roadshow akan dilanjutkan ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, dan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.