Pemanfaatan teknologi digital telah berkontribusi besar di berbagai bidang. Nyatanya, perkembangan ekonomi semakin maju menggunakan pemanfaatan teknologi digital beberapa tahun belakangan ini. Penggunaan tersebut diharapkan dapat mempermudah proses yang awalnya manual menjadi serba digital dan lebih efisien baik dari segi waktu, biaya, maupun tenaga.
Pada artikel berikut ini, akan dijelaskan seputar ekonomi digital. Mulai dari definisi ekonomi digital, pasar, hingga manfaatnya untuk negara. Untuk memahami lebih lanjut, mari simak artikel berikut ini.
Key Takeaways::
- Ekonomi digital berarti kegiatan perekonomian yang memanfaatkan bantuan teknologi digital, seperti internet dan kecerdasan buatan.
- Ekonomi digital memungkinkan bisnis untuk beroperasi dan bertransaksi secara global.
- Pada era globalisasi, ekonomi digital memungkinkan negara untuk bertransaksi bisnis dan bersaing di pasar internasional tanpa perlu memiliki outlet fisik di negara tersebut.
gramedia.com, ekonomi digital berarti kegiatan perekonomian yang memanfaatkan bantuan teknologi digital. Misalnya, internet dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Teknologi digital ini digunakan sebagai kunci utama dalam berbagai kegiatan ekonomi, mulai dari produksi, distribusi, hingga konsumsi. Dengan semakin berkembangnya teknologi digital yang ada saat ini, proses kegiatan ekonomi akan semakin mudah.
Ekonomi digital diterapkan dengan melakukan berbagai aktivitas ekonomi secara digital. Aktivitas ekonomi digital yang paling mudah kamu temui di kehidupan sehari-hari yaitu akses perbankan digital dan belanja melalui e-commerce (Sahabat Pegadaian, 2024).
Saat ini, kamu dapat berbelanja tanpa harus mengunjungi toko fisik. Kamu dapat membeli barang menggunakan sistem digital bernama e-commerce pada beberapa marketplace yang tersedia. Misalnya bertransaksi di Shopee, Tokopedia, dan Pegadaian Digital. Pelaksanaan ekonomi digital ini juga dapat mengatasi batasan geografis saat terjadinya transaksi ekonomi. Kamu dapat membeli barang dari luar kota atau bahkan luar negeri.
Bahkan, kamu tidak memerlukan lokasi fisik untuk membuka suatu usaha. Melainkan, kamu dapat mengandalkan sistem operasi bisnis yang lebih praktis. Bahkan, kini telah tersedia sistem pengawasan yang memudahkan kamu untuk mengawasi proses berlangsungnya bisnis secara berkala.
Melalui jejaring ekonomi digital, produsen dan konsumen dapat lebih mudah terhubung. Proses bisnis juga menjadi efisien dan berdampak bagi perkembangan ekonomi negara yang optimal.
kominfo.go.id yang merupakan situs resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika bahwa pada tahun 2020 nilai ekonomi digital Indonesia telah bertumbuh sekitar 11 persen dibanding tahun sebelumnya. Nilai ekonomi digital pada saat itu mencapai hingga USD 44 Miliar dan berkontribusi sebesar 9,5% terhadap PDB Indonesia.
Berdasarkan data yang disampaikan pada website resmi asean2023.id menyatakan bahwa nilai ekonomi digital ASEAN diproyeksikan mampu meningkat hingga dua triliun dolar AS pada 2030.
Bahkan, Menteri Komunikasi Airlangga mengatakan bahwa nilai transaksi yang terjadi melalui ekonomi digital diproyeksikan dapat mencapai nilai USD 124 Miliar pada tahun 2025. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak faktor pendukung, antara lain:
- Indonesia adalah negara urutan ke-4 dengan penduduk terbanyak sedunia.
- Jumlah penduduk usia produktif di negara Indonesia lebih dari 191 juta atau setara dengan 70.7% dan didominasi oleh Generasi Z dan Generasi Milenial.
- Indonesia memiliki pengguna ponsel yang cukup banyak hingga mencapai 345.4 juta dengan penetrasi internet sebesar 73.7%.
binus.ac.id, bisnis digital dapat beradaptasi dengan perubahan pasar yang cepat. Oleh karena itu, perusahaan cenderung mengadopsi bisnis digital untuk memantau tren-tren yang berubah terus menerus seperti tren konsumen serta strategi yang dibutuhkan. Melalui bisnis digital, perusahaan dapat menganalisa data yang berguna untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
Dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada, bisnis perlu memiliki pertahanan yang kuat. Beberapa contoh tantangan yang imaksud seperti krisis ekonomi global, pandemi, perang dunia, dan lain-lain. Dengan mengadopsi model digital, manajemen inventaris serta pasokan dari supplier dalam proses bisnis dapat efektif sehingga meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi negara.