PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat perannya sebagai bank utama pembiayaan perumahan rakyat dengan menyalurkan 142.743 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga akhir September 2025, atau 81,8 persen dari total nasional. Capaian ini menjadikan BTN sebagai pilar utama Program Tiga Juta Rumah sekaligus motor percepatan pengurangan backlog perumahan di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam kunjungan ke proyek perumahan bersubsidi di Pasuruan, Jawa Timur pada Selasa (14/10/2025), jajaran Danantara Asset Management (DAM) mengapresiasi kinerja BTN. Komisaris Independen DAM, Agus Sugiarto, menekankan pentingnya penerapan tata kelola yang baik (“GCG”/ Good Corporate Governance), transparansi, dan validasi penerima manfaat. Ia juga menyambut baik inovasi BTN dalam membuka akses pembiayaan bagi pekerja informal dan wirausaha kecil sebagai langkah memperluas inklusi keuangan nasional.
BTN turut mencatat kinerja kuat di Jawa Timur dengan menyalurkan 10.243 unit KPR FLPP, menguasai 78,3 persen pangsa pasar di wilayah tersebut. Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menyampaikan bahwa keberhasilan ini didukung sinergi erat dengan pemerintah daerah, pengembang, digitalisasi penyaluran subsidi, serta meningkatnya partisipasi perempuan dalam program KPR subsidi yang mencapai 32,7 persen dari total penerima.
BTN menegaskan bahwa pembiayaan perumahan tidak hanya membantu masyarakat memiliki hunian layak, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Sebagai bank dengan mandat sektor perumahan, BTN terus memperkuat pembiayaan baik dari sisi konsumen maupun pengembang, serta mengembangkan ekosistem perumahan berkelanjutan melalui BTN Housing Finance Center sebagai pusat pembelajaran, konsultasi, dan riset nasional.
